srbnews.id
Kritis dan Membangun

Pengedar Narkotika Sabu Dibekuk Polda Banten di SPBU Palima Kota Serang

Serang (srbnews.id) – Ditresnarkoba Polda Banten berhasil meringkus AR (24) pengedar narkotika jenis sabu di depan SPBU Palima Kota Serang, Banten pada Senin (10/01) lalu, sekira pukul 21.00 WIB.

Dirresnarkoba Polda Banten Kombes Pol Suhermanto menyampaikan pengungkapan pelaku peredaran narkotika jenis Sabu tersebut berawal dari informasi masyarakat yang menerangkan bahwa adanya peredaran gelap narkotika jenis sabu di SPBU Palima Kota Serang, yang dilakukan oleh AR.

Informasi tersebut ditindaklanjuti oleh personel Ditresnarkoba Polda Banten dengan melakukan penangkapan terhadap AR pada saat AR mengambil paket sabu.

“Benar, Ditresnarkoba Polda Banten berhasil meringkus pelaku pengedar narkotika jenis sabu di SPBU Palima Kota Serang,” ungkap Suhermanto dalam keterangannya pada Jumat (14/01).

Suhermanto mengatakan, selanjutnya personel melakukan penggeledahan di SPBU Palima Kota Serang dan ditemukan sejumlah barang bukti.

“Saat di TKP, kami temukan barang bukti berupa satu plastik klip bening yang di dalamnya berisikan narkotika jenis sabu dengan berat bruto 20,33 gram yang dibungkus kertas amplop berwarna putih dan dibungkus kembali dengan plastik berwarna ungu lalu dibungkus kembali dengan plastik berwarna hitam.

Selain itu, juga diamankan satu handphone merk Samsung J7 Pro berwarna gold dengan nomor simcard Simpati,” jelas Suhermanto.

Dalam keterangannya, tersangka AR menerangkan bahwa narkotika jenis sabu itu didapatkan dengan cara AR diarahkan oleh IY yang statusnya masih Daftar Pencarian Orang (DPO). “Tujuan tersangka mengambil sabu tersebut yaitu untuk diambil lalu dibagi-bagi dan nantinya disebar oleh AR,” kata Suhermanto.

Diakhir keterangannya, Suhermanto menambahkan guna kepentingan penyidikan, tersangka dan barang bukti dibawa ke Polda Banten untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Atas perbuatannya, AR dikenakan Pasal 114 ayat (2) Sub Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan terancam hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara,” tandasnya (Wie)