srbnews.id
Kritis dan Membangun

Pembangunan Warung di Tanggul Irigasi dikeluhkan Warga Sukmajaya Cilegon

Cilegon (srbnews.id)– Masyarakat Lingkungan Komplek Tanjung jaya Rt 001 Rw 006 Kelurahan Sukmajaya Kecamatan Jombang, Cilegon Banten, mengeluhkan adanya pembangunan warung semi permanen di sepanjang tanggul dan bantaran sungai atau irigasi yang berlokasi di belakang Pasar Kranggot.

Adanya pembangunan warung semi permanen tersebut menuai protes dari salah satu warga Rt 001 Rw 006 Link Nyikambang, Kelurahan Sukmajaya kecamatan Jombang. Menurutnya, pembangunan yang sedang berlangsung itu akan sangat mengganggu aktifitas dari masyarakat sekitar.

“Saya selaku masyarakat Link Nyikambang Rt 001 Rw 006 merasa keberatan dengan didirikannya warung semi permanen yang sedang dikerjakan tersebut. Jika warung itu berdiri maka akan memberikan contoh yang tidak baik, soalnya kalau warung itu sudah berjalan maka akan ada warung-warung yang lain, sehingga kami selaku masyarakat lingkungan sekitar akan merasa dirugikan,” jelas salah seorang warga Link Nyikambang Rt 001 Rw 006 yang enggan disebut namanya.

Dirinya pun meminta kepada pemerintah terkait untuk bertindak sesuai dengan kapasitasnya. “Saya sudah komunikasi dengan Pak Lurah, dan Pak Lurah mengetahui adanya pembangunan warung semi permanen itu, maka saya meminta kepada Pak Lurah agar bisa bertindak tegas kepada oknum warga mendirikan bangunan tersebut,” tegasnya.

Sementara itu wartawati media ini menyambangi lokasi tersebut, tampak ada dua orang petukang yang sedang mendirikan banguan semi permanen tersebut.

Menurut salah satu petukang yang enggan disebutkan namanya,  bahwa dirinya hanya bekerja jika ingin lebih jelas silakan temui kang Rasbin yang memerintahkannya untuk mengerjakan bangunan semi permanen tersebut.

Di tempat berbeda wartawati media ini mencoba menemui Rasbin yang dimagsud oleh petukang tersebut. Rasbin menyampaikan dirinya hanya disuruh oleh Fuad.

“Saya mah ga tau mba, saya mah di sini hanya kuli, dikasih kerjaan sama kang Fuad untuk ngebangun warung ini, untuk masalah izin dan yang lainnya silakan tanyakan langsung sama kang Fuad nya,” jelas Rasbin saat ditemu di lokasi pembangunan warung, (24/11).

Wartawati media ini. meminta tanggapan Lurah Sukmajaya melalui pesan singkat whatsapp. Dia menyampaikan bahwa pihak Kelurahaan Sukmajaya sudah menegur pihak pemilik bangunan tersebut.

“Kasi trantib Kelurahaan Sukmajaya sudah menyambangi lokasi tersebut dan menegur langsung agar membongkar kembali bangunan tersebut, dan dikarenakan itu lahan Balai Besar maka silakan komunikasi dengan pihak Balai Besarnya untuk bertindak,” jelas Lurah Ade rizki melalui pesan singkat whatsapp (25/11)

Saat wartawati mempertanyakan tidak dianggapnya perangkat Kelurahaan Sukmajaya oleh pemilik bangunan tersebut, Lurah Sukmajaya menyarankan untuk menghubungi Kasi Trantib Kelurahan.

“Silakan dihubungi saja Kasi Trantib Kelurahan, Karena dialah yang turun ke lapangan,” tutup Lurah Ade Riszki di pesan singkat. (Wie)